ID EN
Blog Home  ›  Cara Catat Piutang Usaha biar Tagihan Tidak Hilang dan Kas T...
Tips Akuntansi UMKM

Cara Catat Piutang Usaha biar Tagihan Tidak Hilang dan Kas Tetap Sehat

Cara Catat Piutang Usaha biar Tagihan Tidak Hilang dan Kas Tetap Sehat

Banyak pemilik usaha merasa penjualan sudah ramai, tapi saldo kas tetap seret. Penyebabnya sering sederhana, yaitu piutang usaha belum dicatat dengan rapi. Tagihan yang terlihat kecil per pelanggan bisa menumpuk dalam beberapa minggu dan bikin modal belanja stok, bayar gaji, atau operasional harian ikut terganggu.

Masalahnya bukan cuma pada pelanggan yang telat bayar. Sering kali sumber utamanya ada di pencatatan yang tercecer, invoice yang tidak tertata, dan jatuh tempo yang tidak dipantau. Kalau kamu jualan ke toko langganan, reseller, atau pelanggan bisnis yang minta tempo pembayaran, kamu perlu sistem sederhana supaya setiap tagihan bisa dipantau dari awal sampai lunas.

Cara catat piutang usaha yang rapi sejak transaksi terjadi

Kalau pencatatan rapi dari awal, penagihan jadi jauh lebih mudah di akhir.

Saat kamu menjual barang atau jasa tapi pembayaran belum diterima saat itu juga, transaksi tersebut masuk sebagai piutang usaha. Di titik ini, banyak UMKM hanya mengandalkan chat, catatan manual, atau ingatan. Itu berisiko tinggi karena satu invoice yang terlewat bisa langsung mengganggu arus kas.

Minimal ada beberapa data yang wajib dicatat setiap kali piutang muncul:

  • Nama pelanggan atau nama usaha pelanggan
  • Nomor invoice dan tanggal transaksi
  • Nilai tagihan dan tanggal jatuh tempo
  • Status pembayaran (belum bayar, bayar sebagian, atau lunas)
  • Sisa tagihan kalau pembayaran dicicil

Praktik yang aman adalah membuat satu daftar piutang terpusat. Bisa lewat spreadsheet yang disiplin diperbarui, atau lebih ideal lewat software yang otomatis menghubungkan invoice dengan status pembayaran. Kamu bisa lihat contoh alurnya lewat invoice modern untuk tagihan usaha yang lebih rapi.

Bagaimana memantau umur piutang agar tagihan tidak keburu basi?

Piutang harus dipantau berdasarkan umur tagihan, bukan cuma daftar nama pelanggan.

Salah satu kebiasaan yang membedakan bisnis sehat dan bisnis yang sering seret kas adalah cara memantau umur piutang. Caranya, kelompokkan piutang berdasarkan berapa lama belum dibayar sejak jatuh tempo:

  • Belum jatuh tempo
  • 1 sampai 7 hari lewat jatuh tempo
  • 8 sampai 30 hari lewat jatuh tempo
  • Lebih dari 30 hari lewat jatuh tempo

Dari pengelompokan ini kamu langsung bisa lihat tagihan mana yang masih aman dan mana yang butuh tindakan segera. Tagihan yang baru lewat 1 sampai 7 hari biasanya masih bisa ditagih dengan pengingat ringan. Kalau sudah lebih dari 30 hari, pendekatannya perlu lebih tegas.

Coba jalankan ritme sederhana ini setiap minggu:

  • Kirim pengingat 2 sampai 3 hari sebelum jatuh tempo
  • Follow up lagi tepat pada hari jatuh tempo
  • Hubungi pelanggan secara personal kalau lewat lebih dari 7 hari
  • Catat setiap janji pembayaran baru yang diberikan pelanggan

Kalau kamu ingin melihat bagaimana data tagihan terhubung ke laporan keuangan, kamu bisa coba laporan keuangan otomatis untuk UMKM.

Cara menagih piutang tanpa bikin hubungan dengan pelanggan rusak

Penagihan yang cepat bukan berarti kasar, tapi jelas, sopan, dan konsisten.

Banyak pemilik usaha menunda follow up karena tidak enak menagih. Padahal pelanggan bisnis umumnya sudah terbiasa dengan tempo dan pengingat pembayaran. Yang penting cara komunikasinya profesional dan tidak emosional.

Prinsip sederhana saat menagih:

  • Gunakan bahasa yang sopan dan langsung ke inti
  • Sertakan nomor invoice, nilai tagihan, dan jatuh tempo
  • Jangan menunggu terlalu lama setelah lewat jatuh tempo
  • Simpan bukti pengiriman invoice dan riwayat follow up
  • Konfirmasi tanggal pembayaran baru kalau pelanggan minta perpanjangan

Contoh pesan yang aman dipakai: "Halo Kak, kami mengingatkan untuk invoice INV-021 senilai Rp1.250.000 yang jatuh tempo hari ini. Mohon info estimasi pembayarannya ya. Terima kasih."

Kalau pelanggan belum merespons, naikkan intensitas secara bertahap. Mulai dari chat, lalu telepon, lalu kirim rekap tagihan. Kuncinya ada pada dokumentasi, jangan hanya mengandalkan ingatan atau percakapan lisan.

Tanda paling mudah bahwa sistem piutangmu sehat adalah kamu bisa menjawab tiga pertanyaan ini kapan saja: siapa saja yang belum bayar, berapa total tagihannya, dan berapa yang sudah lewat jatuh tempo. Kalau tiga hal ini belum bisa dijawab dalam hitungan menit, berarti sistem pencatatanmu masih perlu dibenahi.

Kalau kamu ingin catat piutang usaha lebih rapi, memantau tagihan dari satu tempat, dan melihat dampaknya langsung ke laporan keuangan, kamu bisa coba Tigadigit secara gratis.

Pusing Dengan Keuangan Bisnis?

Hubungi kami untuk mengatasi semua pertanyaan kamu, kami akan memberikan pencerahan untuk menganalisis bisnis agar lebih baik

Whatsapp Kami Sekarang