ID EN
Blog Home  ›  Cara Catat Biaya Iklan UMKM biar Tahu Channel Promosi yang B...
Studi Kasus Bisnis

Cara Catat Biaya Iklan UMKM biar Tahu Channel Promosi yang Benar-Benar Cuan

Cara Catat Biaya Iklan UMKM biar Tahu Channel Promosi yang Benar-Benar Cuan

Biaya iklan UMKM sering terasa wajar dikeluarkan selama pesanan masih masuk. Masalahnya, banyak owner usaha tidak benar-benar tahu pesanan itu datang dari iklan mana, promo mana, atau malah dari pelanggan lama. Akibatnya, uang promosi jalan terus, tapi kamu sulit menilai apakah pengeluaran itu benar-benar bantu omzet atau hanya bikin kas cepat habis.

Kalau catatan biaya promosi masih campur dengan ongkir, belanja stok, atau kebutuhan operasional lain, keputusan jadi serba kira-kira. Padahal, dengan pencatatan yang rapi, kamu bisa lihat channel yang paling menghasilkan, channel yang cuma ramai di klik, dan waktu yang tepat untuk mengurangi atau menambah budget iklan.

Cara catat biaya iklan UMKM supaya tidak campur dengan pengeluaran lain

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah semua pengeluaran dicatat sebagai biaya usaha tanpa dipisah. Saat iklan media sosial, endorse, diskon promo, dan biaya desain masuk ke catatan yang sama dengan listrik, sewa, atau belanja bahan baku, kamu kehilangan jejak. Padahal setiap biaya promosi punya tujuan yang berbeda dan hasilnya juga berbeda.

Supaya lebih mudah, buat kategori khusus untuk biaya iklan UMKM. Pisahkan minimal berdasarkan channel, misalnya iklan marketplace, iklan media sosial, biaya konten promosi, dan kerja sama dengan kreator atau reseller. Kalau usahamu sering menjalankan promo musiman, tambahkan catatan periode agar kamu bisa membandingkan hasilnya dengan lebih jelas.

  • Catat tanggal iklan mulai jalan dan selesai
  • Catat channel iklan yang dipakai
  • Catat nominal biaya promosi secara terpisah
  • Catat penjualan atau tagihan yang masuk dari channel tersebut
  • Catat catatan tambahan seperti produk yang dipromosikan

Kalau biaya promosi dipisah sejak awal, kamu tidak perlu menebak-nebak saat mengecek untung rugi.

Kalau kamu ingin pencatatan lebih rapi, kamu bisa pakai sistem yang terhubung dengan laporan keuangan otomatis untuk UMKM supaya biaya iklan tidak tercecer di banyak catatan.

Kenapa biaya iklan UMKM terasa besar tapi hasilnya tidak kelihatan

Banyak owner merasa iklan selalu perlu karena takut penjualan turun saat promosi dihentikan. Masalahnya bukan selalu pada nominal biaya, tapi pada cara menilai hasilnya. Kalau kamu hanya melihat omzet harian tanpa tahu sumber transaksi, biaya iklan jadi sulit dievaluasi. Iklan bisa terlihat sibuk, tapi belum tentu mendatangkan penjualan yang sehat.

Iklan yang bagus bukan yang paling ramai, tapi yang paling jelas jejak biayanya dan paling masuk akal hasil penjualannya.

Coba bedakan antara hasil yang terlihat di permukaan dan hasil yang benar-benar masuk ke kas. Banyak klik belum tentu jadi order. Banyak chat belum tentu jadi pembayaran. Banyak order juga belum tentu aman kalau ternyata margin tipis karena biaya promosinya terlalu besar. Di sinilah catatan sederhana sangat membantu, karena kamu bisa membandingkan biaya promosi dengan penjualan yang benar-benar terjadi.

Kalau hasil iklan tidak bisa dilacak, keputusan promosi biasanya cuma berdasar perasaan.

Owner yang rutin memisahkan biaya promosi biasanya lebih cepat sadar channel mana yang layak diteruskan. Mereka juga lebih mudah membaca apakah produk tertentu memang cocok diiklankan atau justru lebih laku lewat repeat order dan rekomendasi pelanggan.

Cara menilai channel promosi dari catatan biaya iklan UMKM

Setelah pencatatan rapi, langkah berikutnya adalah membaca datanya dengan sederhana. Kamu tidak harus langsung pakai istilah rumit. Cukup lihat tiga hal utama, yaitu biaya yang keluar, penjualan yang masuk, dan produk apa yang paling sering terjual dari promosi itu. Dari sini kamu bisa mulai menilai kualitas setiap channel.

Kalau satu channel butuh biaya besar tapi hanya menghasilkan sedikit transaksi, itu tanda channel tersebut perlu ditinjau ulang. Kalau channel lain biayanya lebih ringan tapi order lebih stabil, channel itu bisa jadi lebih sehat untuk diteruskan. Kamu juga bisa melihat apakah promosi tertentu hanya efektif saat ada diskon, atau tetap jalan meski tanpa potongan harga.

Jangan lupa cek dampaknya ke stok dan kas. Iklan yang berhasil mendorong penjualan tetap bisa bikin repot kalau stok tidak siap atau pelanggan menumpuk di tagihan. Karena itu, pencatatan promosi sebaiknya dibaca bareng data penjualan dan persediaan. Kamu bisa lengkapi dengan pencatatan stok usaha yang terhubung dengan penjualan supaya keputusan iklan tidak merusak operasional.

Channel promosi yang cuan biasanya bukan yang paling heboh, tapi yang paling sehat untuk kas, stok, dan untung rugi.

Kalau kamu ingin biaya iklan UMKM lebih gampang dilacak sampai ke laporan keuangan, Tigadigit bisa bantu kamu catat pengeluaran, penjualan, dan hasil promosi dalam satu alur yang lebih rapi. Dengan begitu, kamu tidak cuma pasang iklan, tapi juga lebih yakin iklan mana yang benar-benar cuan.

Pusing Dengan Keuangan Bisnis?

Hubungi kami untuk mengatasi semua pertanyaan kamu, kami akan memberikan pencerahan untuk menganalisis bisnis agar lebih baik

Whatsapp Kami Sekarang